Japan Trip - Planning our honeymoon : First trip together as a family

Hi everyone! Since this is my first post, let me introduce myself. My name is Ika, a wife and a mom... :)

Saya dan hubby (Harvey) merencanakan honeymoon trip kami di bulan Februari 2014, since kita baru aja menikah Desember 2013. Tentunya saat itu saya belum jadi mami. Hehe... Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya kita mutusin Jepang menjadi tujuan honeymoon kita, sekaligus holiday trip pertama kita berdua sebagai keluarga bahagia (drama! hahaha...)

Saya mulai baca-baca semua blog dan forum tentang Jepang, dan salah satu website yang jadi panduan saya adalah www.japan-guide.com, bener-bener lengkap informasinya disertai dengan peta, sehingga sangat memudahkan saya untuk paham harus mulai merencanakan dari mana.
Selain itu, saya juga menyesuaikan jadwal kereta via website www.hyperdia.com. Ini website akurat banget soal jadwal kereta di Jepang. Apalagi kereta di Jepang on-time banget.

Setelah draft awal trip ini udah ada ancer-ancernya, saya mulai hunting tiket. Tentunya kalo ke Jepang paling masuk akal cari tiket Air Asia, secara harganya beda jauh banget dengan maskapai penerbangan lainnya. Sangat sangat ekonomis. Dan lagi, saya nggak suka buang-buang uang hanya untuk bayar tiket pesawat, secara tujuannya sama. Mending duitnya dipake untuk jajan di Jepang sono :D Setelah compare harga, tiket paling murah adalah rute Jakarta-Osaka, dibandingkan dengan kalo kita turun di Tokyo atau Nagoya. So, tiket Jakarta-Osaka (PP) langsung dieksekusi. Kita berangkat tanggal 6 Februari 2014.

Setelah tiket di tangan, itinerary menjadi fokus utama. Termasuk pesen-pesen hotel. Karena kita termasuk fast traveler, jadinya kita gak bakal betah leha-leha terlalu lama di 1 kota. Jadi urusan pesan hotel juga cukup memusingkan, karena harus bener-bener disesuaikan kita akan berada di kota mana dan pada tanggal berapa. Selain itu, si hubby tipe panikan yang harus ngerasa safe sebelum berangkat. Doi gak suka sampe di suatu tujuan tanpa tau harus ngapain dan belum tau mesti tinggal dimana.
Selain itu, karena berencana pindah-pindah kota, akhirnya saya mutusin untuk menggunakan JR Pass yang berlaku untuk 14 hari. Ada beberapa tipe JR Pass yang sesuai dengan kebutuhan kita. Saya sendiri pake yang mengcover semua jalur JR. Sekadar info, JR Pass diperuntukkan khusus untuk turis. Jadi penduduk Jepang sendiri nggak boleh pake Pass ini. Makanya, JR Pass hanya bisa dibeli sebelum kita sampe Jepang. Setelah hunting kiri-kanan, saya mutusin beli JR Pass-nya di kantor JALAN TOUR.

Setelah semua itinerary dan booking hotel selesai, saya mulai ngajuin visa. Visa saya urus di Kedutaan Jepang di Makassar (Sulawesi Selatan), soalnya saya dan suami pemegang KTP Papua. Kita berdua berdomisili di kota Sorong, Papua. Jadinya kita harus ngurus visanya ke Kedutaan Jepang wilayah timur. Setau saya, ada beberapa kedutaan Jepang di Indonesia, seperti di Jakarta, Medan, Bali, Surabaya, dan Makassar. Jadi tempat kita akan mengurus visa kita tergantung dari domisili di KTP kita. Agak berbeda dengan kedutaan negara lain yang biasanya pengurusan visanya terpusat di Jakarta. Oh ya, untuk pengurusan visa Jepang, jangan terlalu jauh-jauh hari, karena masa berlakunya singkat banget. Kalo kita ngurus 2 bulan sebelumnya, sebelum kita sampe Jepang, bisa-bisa udah expired visanya. Dan lagi ngurus visa Jepang tidak sulit.

Dalam 5 hari, visa saya sudah di tangan. Setelah tiket, visa, itinerary lengkap, saatnya hunting baju dan perlengkapan musim dingin, secara bulan februari adalah akhir musim dingin di Jepang, tapi pastinya masih menyengat dinginnya, terutama buat kita yang tinggal di Indonesia, khususnya di Papua yang tiap hari mataharinya seperti ada 9 biji :D


We're ready for it... We are going to Japan! So, see you at the next post... Cheers!

Our backpack is ready! ^^

Comments

  1. Salam Kenal,
    Mau tanya nih Mbak Dewi Kartika, untuk pengajuan visa yang sehabis menikah(mau honeymoon) tapi penanggung biaya adalah suami, apakah data KK, KTP, passport harus diubah dulu statusnya atau langsung pengajuan visa di kedubes jepang tapi melampirkan buku nikah saja? Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mas Ghani

      Waktu saya ngurus, KTP, KK, dan paspor saya belum diubah. Saya sertakan saja akte nikah dan tidak ada masalah Mas.
      Semoga membantu ya :)

      Delete

Post a Comment