Japan Trip - Day 2 : Magnificent Hiroshima

Pagi-pagi banget, jam 5 subuh, kita check-out dari hotel, secara kita harus jalan kaki lagi ke stasiun terdekat. Selain itu, kita belum tau di mana lokasi stasiun ini, dan kita cuma ngandelin petunjuk dari google maps. Ditambah lagi pengalaman kemarin malam si google maps ngadat dan nunjukin tempat yang ngasal abis (hotel jadi parkiran). Jadilah kita berangkat lebih pagi untuk antisipasi hal yang nggak diinginkan, dan juga biar bisa ngejar jadwal kereta yang paling pagi, soalnya kita bakal pindah ke kota Hiroshima.

Sesampai di stasiun Gochaku, ternyata ini stasiun kecil banget, dan gak ada petugas sama sekali. Mungkin karena masih terlalu pagi. Bingung gimana caranya mau ngelewatin gatenya nih. Soalnya kalo pake JR Pass, kita gak bisa scan seperti pake kartu/karcis kereta biasa. Kita kudu nunjukin kartu JR Pass-nya ke petugas, dan kita dikasih jalan lewat pintu samping loket petugas. Lah ini gak ada petugasnya, gimana cara lewatnya?! Coba nanya ke ibu-ibu dekat situ, dikasih tau petugasnya baru ada jam 7 pagi. Sedangkan kereta yang mau kita naikin itu jam 6.17. Wah alamat telat dong nih. Akhirnya kita berdua coba cari tau gimana caranya ini pake kartu JR Pass di mesin yang tersedia. Semua orang yang lewat juga sepertinya gak paham, soalnya mereka sendiri gak pake JR Pass. Thanks God, tiba-tiba ada bapak-bapak berjas yang sepertinya mau pergi kerja, ngambil kartu saya, trus taruh di bagian depan mesinnya (seperti ada lubangnya gitu). Tiba-tiba speakernya bunyi, ada petugas yang ngomong. Oh ternyata, petugasnya memang belum ada di stasiun, tapi ada petugas di kantornya yang bisa mantau siapa aja yang lewat. Dan di mesin palang itu, ada 1 tempat dimana kita bisa taruh kartu JR Pass kita, dan ada kameranya, jadi petugas di kantor itu bisa liat bahwa kita memang pengguna JR Pass. Akhirnya kita lolos juga, dan keburu ikut kereta yang jam 6.17 pagi. Hufff...

Shinkansen approaching

Sampai di Stasiun Hiroshima, kita langsung menuju ke halte tram di depan stasiun. Memang di Hiroshima, kita bisa tetep pake JR Pass kita dan free. Tapi setelah research, lebih menguntungkan kalo kita beli Hiroshima 2 day pass, karena dengan pass ini, kita bisa keliling kota Hiroshima naik tram, yang haltenya lebih mudah ditemukan di mana-mana, dan juga dengan pass ini, kita bisa dapet free naik ferry ke Miyajima dan ropeway ke Mount Misen yang harganya cukup mahal.

Hiroshima 2 day pass

Setelah beli 2 day pass, kita langsung naik tram menuju Peace Memorial Park, di mana kita bisa lihat A-Bomb Dome, gedung yang masih berdiri setelah terkena bom atom tahun 1945.





Peace Memorial Park ini indah banget, bersih, dan asri. Berasa banget aura yang luar biasa di sekitar A-Bomb Dome ini. Suasana yang susah dijelaskan. Suasananya tenang, dan berasa sakral gitu.






Berhubung hubby addicted to caffeine, kita nyari vending machine untuk beli kopi instan dulu. Apalagi pagi-pagi begini cuaca dingin banget, saya ikutan beli kopi panas juga. Lumayan, bisa sekalian hangetin badan. Kopi Georgia ini yang setiap hari selama 2 minggu kita minum setiap pagi, dengan harga yang bervariasi tergantung di kota mana kita beli. Belakangan kita baru tau kalo di kota-kota tertentu harganya murah banget, dan di daerah yang touristy, harganya lebih mahal.



Kita naik tram menuju Miyajima Ferry Pier. Dari pier ini, kita naik ferry ke Pulau Miyajima, yang terkenal dengan giant torii, gerbang khas Jepang yang gede banget di tengah laut, dan juga salah satu tempat shooting Wolverine.

Tram Hiroshima bernuansa valentine

Hiroshima pier

Kapal penyeberangan Hiroshima-Miyajima

Sailing out to Miyajima Island

Miyajima giant torii gate dari kejauhan


Pulau Miyajima adalah salah satu UNESCO World Heritage Site. Emang Jepang banyak banget kuil/daerah yang masuk dalam daftar situs warisan dunia. Dan seperti tempat lainnya di Jepang, pulau ini juga cantik banget, dan bersih. Sepertinya 1 hal yang paling sulit ditemui di Jepang ini adalah sampah! Saya sempet liat ada 1 anak kecil yang lagi megang bungkus bekas permen, tau-tau terbang ketiup angin. Sama mamanya disuruh kejar dan pungut kembali, abis itu diceramahin (saya gak ngerti juga. Tapi sepertinya dikasihtau kalo gak boleh buang sampah sembarangan). Keren banget deh. Kalo di Indonesia, mana mungkin kejadian tuh hahaha...







Pulau Miyajima ini bisa kita jelajahi dengan jalan kaki. Banyak kuil-kuil di sekeliling pulau ini. Kita mampir di 1 toko dan beli kue momiji, cemilan yang cukup terkenal disini. Rasanya enak, isinya juga macem-macem. Ada kacang merah, kacang ijo, dll. Bentuknya seperti daun momiji.




Di Miyajima juga kita bisa liat banyak rusa berkeliaran bebas. Tapi kita gak boleh sembarangan ngasih makan ke rusa-rusa ini.



Kuil yang paling terkenal di pulau ini adalah Itsukushima Shrine. Kuil ini terkenal dengan Giant Torii Gate-nya yang terletak di pinggir pantai, sehingga kalo air pasang, torii gate-nya langsung dikelilingi air laut. Masuk ke kuil ini, kira harus beli tiket, dan tiketnya disimpan, soalnya pas keluar tiketnya bakal diminta lagi sama petugasnya. Masuk ke kuil ini juga harus ngikutin rutenya, gak boleh asal jalan kesana kemari.

Itsukushima Shrine


Itsukushima Shrine

Giant torii gate



Berikutnya, kita naik ke Mount Misen. Untuk naik ke puncak Mount Misen, kita harus naik ropeway. Untuk naik ropeway, kita harus bayar. Tapi karena kita udah beli Hiroshima 2 day pass, maka kita bisa naik ropeway ini dengan gratis. Jalan menuju stasiun ropeway-nya cukup terjal. Ehem, apa saya yang udah mulai tua ya... Yang pasti cukup capek sih. Hahaha...

Suasana sepanjang jalur mendaki ke stasiun ropeway

Pemandangan dari dalam ropeway

Sudah mulai turun hujan salju

Pulau Miyajima dari ropeway

Sesampai di puncak Mount Misen, hujan salju mulai turun lagi, padahal tadi pagi matahari cerah banget. Kurang lebih 1 jam kita jalan di sekitaran Mount Misen ini.



Salju mulai menumpuk

Sekembalinya ke pulau Miyajima, hujan salju bertambah lebat. Wah, untung banget kita dateng kemari pagian. Kalo baru siang begini, bakalan susah banget explore pulau ini di tengah hujan salju yang lebat gini. Berhubung udah siang dan kedinginan pula, kita mampir ke salah satu kedai untuk makan siang. Sepertinya makanannya menggiurkan dan tentunya harganya cukup terjangkau hehehe...
Makanannya asli enak banget. Hubby pesen oyster bowl. Bener-bener segar dan gak bau amis. Dan saya pesen nasi kari. Saos nasi karinya kental, tapi ga bikin eneg. Maknyus!

Superb lunch! Oyster bowl & curry rice

Selesai makan, langsung cabut kembali ke dermaga, naik ferry untuk kembali ke Hiroshima. Kita langsung menuju hotel untuk check-in. Selesai check-in, kita leha-leha dulu di hotel, kecapean dari jam 5 pagi udah bangun :D

Menjelang malam, kita keluar keliling kota Hiroshima, sekalian cari makan malam. Saya sempet research makanan khas, Hiroshima terkenal dengan okonomiyaki-nya. Ada 1 tempat yang khusus menjual okonomiyaki, namanya okonomimura. Kalo diterjemahkan, okonomimura ini artinya okonomiyaki village. Setelah nyasar kiri nyasar kanan di tengah hujan salju, akhirnya ketemu juga si okonomimura. Itu juga hubby ga sengaja baca nama-nama gedung di sekitarnya. Gara-gara nyari okonomimura, kita nekat jalan di bawah hujan salju. Untung kita pake jaket yang waterproof, jadinya ga kuyup-kuyup amat. Ternyata okonomimura ini adalah sebuah gedung, dan kalo kita naik ke lantai 2, seluruh lantai itu isinya kedai-kedai kecil yang jual okonomiyaki. Macam di itc roxy mas semua kios jualan HP, nah ini isinya penjual okonomiyaki semua. Kita mutusin makan di 1 kedai yang dilayani 2 orang ibu-ibu tua dengan asumsi biasanya ibu-ibu jago masak hehe...



Kenyang plus capek banget udah banyak jalan seharian, mata udah ga bisa dikompromi. Lagian hujan salju juga masih turun aja. Jadinya kita langsung balik ke hotel. Setelah minum tolak angin (wajib!) karena udah kuyup seharian, we calling it a day.

See you at the next post. Cheers! :)

Comments