New Zealand Trip : Transit @ Sydney & Arriving @ Christchurch

Setibanya kami di Sydney, kami harus melapor ke counter Air New Zealand, karena ternyata untuk penerbangan Sydney-Christchurch, British Airways bekerja sama dengan Air New Zealand. Sama halnya dengan Emirates yang akan berganti ke Qantas untuk rute Sydney-Christchurch.

TIPS : Apabila transit di Australia kurang dari 7 jam, tidak diperlukan visa untuk kita warga negara Indonesia. Apabila transit lebih dari 7 jam dengan maksimal 72 jam, kita bisa apply visa transit (Subclass 771) di kedutaan Australia di Jakarta.

Panggilan boarding jam 9:00 waktu Sydney. Setelah naik ke pesawat, ternyata ada sedikit penundaan penerbangan. Cukup lama juga, sepertinya kurang lebih 1 jam kami menunggu di dalam pesawat.

 
Air New Zealand!

Penerbangan selama 3.5 jam saya habiskan dengan tidur =D Kebetulan Kay juga ketiduran. Setelah kurang lebih 3 jam terbang, kami mulai memasuki daratan New Zealand. Dari jendela mulai tampak gunung-gunung dengan puncak bersalju. Luar biasa indah!





Mendarat di Christchurch International Airport, suasana cukup lengang dan sepi. Airportnya tidak besar dan juga tidak mewah seperti Changi, tapi cukup tertib. Setelah lewat imigrasi dan ambil bagasi, kami ke counter Spark untuk membeli simcard. Lokasi counter Spark ada di sebelah kiri setelah pintu keluar. Kami membeli paket data 3GB untuk 1 bulan dengan bonus 1GB wifi per hari. Lumayan membantu banget free 1GB wifi ini. Nanti akan saya jelaskan di post-post selanjutnya.

TIPS : Ada beberapa provider telepon selular di New Zealand, seperti Spark, Vodafone, dan 2 degrees. Spark dulunya bernama Telecom NZ. Sejujurnya saya kurang survey mengenai Vodafone dan 2 degrees, karena sempat baca dari salah satu sumber bahwa jangkauan Vodafone dan 2 degrees tidak sebaik Spark. Selain itu, saya langsung sreg dengan Spark, karena banyak tersedia wifi zone di kota-kota tertentu, yang mana di New Zealand, free wifi adalah sesuatu yang langka.




Setelah selesai dengan urusan simcard, kami menuju ke pintu keluar. Persis di sebelah kiri sebelum pintu keluar, ada telepon yang tersedia untuk menelepon gratis ke hotel dan perusahaan rental mobil apabila kita butuh dijemput. Di dinding atas telepon pun tercantum nomor hotel dan perusahaan rental tujuan kita. Saya kemudian menelepon Sudima Hotel tempat kami akan menginap malam ini. Lokasinya tidak jauh dari bandara, kurang lebih hanya 3 menit naik mobil.

Sambil menunggu jemputan dari hotel, kami foto-foto dulu di depan Christchurch International Airport =D





Setelah shuttle dari Sudima Hotel tiba, kami langsung diantar ke hotel dan check-in. Kamarnya cukup luas dan ranjangnya salah satu yang paling besar yang pernah kami temui selama di New Zealand. Biasanya untuk twin room, ranjangnya benar-benar twin bed. Tapi di Sudima, twin room-nya terdiri dari 2 queen bed.



Setelah mandi dan beristirahat sejenak, kami berjalan di sekitar hotel. Ada McDonald's, BurgerFuel, dan beberapa restoran kecil serta supermarket Countdown. Kami memutuskan mencoba BurgerFuel, karena restoran ini tidak ada di Indonesia. Tapi sayang, saking laparnya, sampai lupa foto dulu sebelum makan =D


Sekitar Sudima Hotel

Setelah takeaway BurgerFuel, kami kembali ke hotel karena si anak menel sudah mulai mengantuk. Setelah makan, kami pun beristirahat setelah 2 hari perjalanan panjang dari Jakarta.


Cheers!



Comments