Hari ini kami bangun lebih awal. Setelah mandi, kami sarapan sambil menikmati pantai yang tepat berada di depan parkiran kami. Sayangnya cuaca hari ini agak berawan dan menurut ramalan cuaca akan turun hujan siang nanti.
Sebelum berangkat ke tujuan selanjutnya, pak suami menunaikan tugasnya dulu, dumping! Hehehe...
Mengosongkan grey water dan black water, serta mengisi air bersih.
Setelah semua rapi dan bersih, kami memulai perjalanan pagi ini menuju Point Kean. Tempat ini adalah titik awal dari Peninsula Walking Track, jalur trekking yang terkenal indah dan tidak boleh dilewatkan apabila melewat Kaikoura. Di tempat ini, kita bisa melihat anjing laut dan berbagai jenis burung laut dari dekat.
Kami pun memulai perjalanan menyusuri Kaikoura Peninsula Walkway, yang memakan waktu 2-3 jam. Pemandangan dari atas sangat indah. Sayangnya, saat kami baru saja berjalan kurang lebih 30 menit, hujan rintik-rintik mulai turun dan semakin lama semakin deras. Karena kami bersama anak menel, dengan berat hati kami harus kembali ke campervan sesegera mungkin. Mungkin sekarang belum jodoh, tapi suatu saat nanti kami pasti kembali untuk menyelesaikan track ini =D
 |
| Start! |
 |
| Jalur trekking yang rapi dan bersih tapi cukup serem karena gak ada pagar |
 |
| View dari viewing deck pertama |
 |
| Laut mulai bergelora |
 |
| Batas perjalanan kami |
 |
| Ayo balik go go go |
 |
| Istirahat dulu sebelum turun hehehe... |
Sesampai kembali di parkiran, semakin banyak anjing laut yang terlihat. Kami ambil kesempatan untuk foto-foto dulu. Kapan lagi bisa lihat anjing laut langsung di habitatnya dengan jarak sedekat ini =D Tapi tetap ya, harus jaga jarak 5-10 meter dari para anjing laut, karena mereka adalah wild animal dan sangat berbahaya berdiri terlalu dekat dengan mereka. Sewaktu-waktu mereka bisa menjadi agresif. Makanya, selucu apapun mereka, harus menahan diri untuk tidak mengelus-elus mereka ya =D
 |
| Pose seksi =D |



Hari sudah agak siang, kami mampir dulu di salah satu kedai crayfish yang juga terkenal banget di Kaikoura. Namanya Nin's Bin. Tempatnya
eye-catching banget, karena unik banget. Kedainya berupa kereta karavan tua yang sudah dimodifikasi menjadi kedai kecil. Di Nin's Bin ini, kami merasa harganya lebih mahal dan porsinya lebih sedikit dibandingkan Original Kaikoura BBQ yang kemarin malam kami beli. Tapi rasanya tetep enak sih =D
 |
| Persis di pinggir pantai |
 |
| Gaul banget yang jualan, entah Mas atau Mbak ini =D |
 |
| Daftar menu |
 |
| Sambil nunggu pesanan kita, narsis dulu =D |
 |
| Karena gak tahan dingin di dalama karavan, kami putuskan makan di campervan aja |
 |
| Tadaaaaa!!! Gak ada side dish kayak di kedai yang kemaren :( |
Setelah semuanya kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Ohau Stream & Waterfall, yaitu habitat asli para anjing laut ini. Di tempat ini anjing laut meninggalkan anak-anaknya dan kemudian para orang tua anjing laut menyeberang ke laut untuk mencari makan, dan sorenya mereka kembali ke sini untuk memberi makan anak-anaknya. Di air terjun ini, anak-anak anjing laut yang jumlahnya puluhan berenang dan bermain. Lucu!
 |
| Melewati hutan kecil sebelum sampai ke air terjunnya |
 |
| Gak lupa pose ganteng dulu =D |
 |
| Kita harus menunggu rombongan anjing laut yang menyeberang. Setelah mereka lewat, baru kita menyusul di belakangnya |
 |
| Kolam di bawah air terjun tempat anak anjing laut bermain |
Rata-rata tempat wisata alam di NZ seperti ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Tapi biasanya disediakan
donation box bagi yang mau memberikan sedikit donasi seikhlasnya. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk
maintenance jalan dan area tempat tersebut. Oh ya, biasanya di tempat seperti ini, ada
ranger atau penjaga untuk memastikan pengunjung tetap aman dan selamat. Mereka tidak digaji loh, tapi
volunteer yang biasanya memang tinggal di daerah itu, dan di waktu senggangnya mereka ikut menjaga tempat wisata di daerah tempat mereka tinggal. Keren ya!
 |
Donation Box
|
Tujuan akhir kami adalah kota Blenheim. Pemandangan sepanjang jalan menuju Blenheim benar-benar indah. Pohon-pohon yang tertata rapi, pantai yang spektakuler, dan jalanan yang sepi banget. Mata benar-benar dimanjakan dengan keindahan alam NZ yang luar biasa.
 |
| Tetap fokus ya pak =D |
 |
| Lucu banget gak sih pohon-pohon di atas bukit itu. Rapi banget! |
Kami mampir dulu untuk ngopi-ngopi cantik di
The Store Kekerengu. Cafe ini cakep banget, berasa
homey dan ada perapian gede.. Selain itu ada
book corner yang cakep banget. Kue-kue yang kami pesan pun rasanya endesss...
Worth a stop!
 |
| Ngopi ganteng |
 |
| Senyummu mengalihkan duniaku =D |
Perjalanan pun dilanjutkan menuju Blenheim. Kami mengunjungi Seymour Square, salah satu taman di Blenheim yang terkenal dengan menara jam setinggi 16 meter dan juga air mancur di tengah-tengahnya. Menara jam ini dibangun pada tahun 1928 yang dibangun pemerintah untuk mengenang penduduk setempat yang tewas dalam Perang Dunia I. Batu-batuan untuk membangun menara ini dikumpulkan dari berbagai daerah di
Marlborough Region.
Setelah melihat-lihat suasana kota Blenheim di sekitar Seymour Square, kami segera menuju ke Free Campsite di depan iSite. Tempat ini hanya menyediakan 6 tempat free camping. Makanya kami cepat-cepat ke sana untuk ambil 1 spot. Karena di kota seperti ini, sulit mendapatkan campsite gratis.
Sewaktu kami tiba, sudah ada 2 mobil yang parkir.
Kami sempat berjalan-jalan di sekitar campsite. Persis di seberangnya, ada pom bensin dan toko kecil. Kami beli es krim Kapiti yang rasanya enak banget. Sayangnya saking serunya, kami jadi lupa foto =D
Setelah berjalan-jalan dan makan malam, kami langsung beristirahat saja, supaya besok bisa berangkat lebih awal.
Cheers!
Comments
Post a Comment