New Zealand Trip : Day 7 (3 Juni 2016)

Pagi ini kami awali rutinitas dengan mandi, sarapan, kemudian beres-beres campervan sebelum melanjutkan perjalanan. Semua piring sdh kelar dicuci, lemari sudah dikunci, kalo gak bisa kerusuhan pada pecah kalo mobilnya jalan =D

Pagi ini kita awali dengan trekking ke Wharariki Beach, yaitu bagian paling utara dari South Island. Jalur trekking bermula dari parkiran mobil. Kami melintasi bukit-bukit rumput dengan domba-domba yang lagi merumput di kejauhan. Aneh juga ya, untuk menuju pantai malah naik-naik bukit dulu =D

DOC Sign


Saking kencangnya angin di daerah ini, pohon yang tumbuh sampai mengikuti ke mana arah angin bertiup =D


Watch your step! Karena sebelahnya jurang oii...

Lautnya mulai terlihat di kejauhan

Such a stunning walk!



Finally! Wharariki Beach



Di pantai ini juga banyak seal pups atau anjing laut. Tapi di hari kita datang, entah karena masih pagi atau apa, yang pasti ga terlihat 1 pun seal pups. Kami hanya berfoto-foto dan menikmati pantai seluas ini dan hanya kita bertiga yang ada di situ. Sebenarnya banyak foto selfie kami, tapi terlalu aib untuk ditampilkan di sini hehehe...

Setelah kurang lebih 45 menit berfoto tanpa henti, kami kembali berjalan ke parkiran melewati rute yang sudah kami lewati tadi.

Cuaca super cerah


I conquered Wharariki Beach!

Sesampainya di parkiran, ternyata ada 2-3 ekor burung merak yang berkeliaran. Cantiknya!! Tidak membuang kesempatan, langsung kami foto-foto dari segala sisi itu si burung merak...




Kami segera melanjutkan perjalanan. Kali ini, kami menuju Te Waikoropupu Springs, atau yang biasa disingkat Pupu Springs. Springs atau mata air ini terkenal akan kejernihan airnya, dan juga merupakan tempat sakral bagi bangsa Maori. Oleh karenanya, kita dilarang untuk berenang atau minum dari mata air ini. Hanya boleh melihat saja. Saking jernihnya Pupu Springs ini, kita bisa melihat tumbuhan yang hidup di dasar air. Jadi seperti taman di bawah air, tapi kita tidak perlu menyelam untuk melihat. Cukup dari atas saja.


Gerbang depan Pupu Springs, dihiasi ukiran Maori

Jalan menuju Pupu Springs, melewati pohon-pohon rindang dan beberapa jembatan yang melintasi sungai kecil

Te Waikoropupu Springs


Boardwalk tempat untuk melihat indahnya Pupu Springs



JERNIH!



Kami menghabiskan waktu cukup lama di sini, karena anak menel juga sibuk liatin bebek yang berenang-renang =D

Setelah kembali ke parkiran, kami makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Motueka.

View unik dan cantik sepanjang perjalanan

Sepanjang jalan menuju Motueka, kami banyak melihat pondok-pondok kecil yang menjual buah-buahan. Memang Motueka terkenal dengan hasil buah-buahannya. Kami pun singgah di salah satu pondok untuk melihat-lihat apa saja yang bisa dibeli. Stall yang kami singgahi ini tidak ada penjaganya, dan menggunakan honesty box untuk pembayarannya. Jadi, kita ambil apa yang kita mau, kemudian masukkan uangnya ke box yang tersedia. Luar biasa! Kalo di Indonesia, mungkin sudah ludes digondol tanpa dibayar =D



Bayar

Kami belum puas karena pilihan buah yang kami dapat tidak sesuai yang diharapkan. Di stall ini lebih banyak menjual herbs daripada buah. Kami pun mampir lagi ke stall yang terlihat lebih besar dan ada kebun buah di belakangnya. Dan bener aja, pilihan buahnya banyak dan murah! Pemiliknya memotong 1 buah apel yang saya belum pernah lihat, katanya itu produk yang mereka tanam dan kembangkan sendiri. Rasanya manis, dan garing banget! Jadi kami beli apel ini 1 bungkus besar, ditambah buah kiwi juga sekantong besar. Dan kami juga beli apple juice yang dikemas di kantong plastik bening, tapi ada keran plastiknya, jadi tinggal buka kerannya aja kalo mau minum hehehe.. Rasa juice-nya bener-bener mantep, dan kami menyesal hanya beli 1 kantong saja, karena setelahnya kami tidak pernah liat ada yang jual seperti itu lagi.


Sibuk belanja juga hehehe...





Tujuan selanjutnya adalah Split Apple Rock. Sebenarnya tidak ada apa-apa di sini, kecuali ya itu tadi, batu besar yang bentuknya seperti apel yang terbelah. Dari parkiran, kita harus jalan menurun sampai mencapai pantai. Dan ternyata batunya jauh banget di tengah laut. Kalo mau mendekat, kita harus ikut tour boat.








Udah, segitu aja yang bisa dilihat. Serius, segitu aja! =D

Menurut saya pribadi, cukup gak worthed sih. Soalnya batunya jauh banget, dan pantainya juga biasa aja. Selain itu, jalan menuju ke pantai ini harus melalu tangga-tangga menurun teruuusss sampai ke pantai. Kebayang kan waktu balik ke parkiran jadinya naik tangga mulu. Pegel abis hahaha... Buat saya hanya 1 plus point-nya, anak menel seneng aja diajak main di pasir. Ngumpulin batu dan dilempar ke laut. Lumayan deh anaknya happy. Hehehe...

Setelah tiba di Nelson, kami sempatkan belanja di New World, semacam Carrefour di Indonesia. Sebenarnya di parkiran New World ini kita bisa parkir dan menginap secara gratis. Tapi, dari beberapa review yang saya baca di internet, banyak kejadian kaca mobil dipecahkan malam-malam sama oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi, daripada resiko kaca pecah, kami putuskan untuk menginap di Nelson TOP 10 Holiday Park.

Malam ini, kami buat panggang ikan salmon yang kami beli di New World. Karena kualitas salmonnya bener-bener segar, cuma dipakein garam dan lada saja rasanya sudah luar biasa enak. Kemudian dilanjutkan dengan ngemil buah-buahan segar yang tadi dibeli di Motueka. Buah kiwinya lucu sih.. Super manis dan hampir gak terlihat ada bijinya. Yang pasti semua rasanya enak banget!


Yum!




Setelah kenyang dan beres-beres, kami semua langsung tidur setelah sebelumnya sempat buka-buka instagram dulu =D



Comments