New Zealand Trip : Day 5 (1 June 2016)
Pagi ini, setelah bangun, mandi, sarapan, dan beres-beres, kami siap melanjutkan perjalanan menuju Elaine Bay, yaitu sebuah teluk yang terletak di daerah Marlborough Sounds. Tempat ini sangat jarang dikunjungi turis alias sepiii... Dikarenakan juga tempatnya yang cukup terpencil dan harus memutar agak jauh dari jalan besar. Di bawah ini rute menuju Elaine Bay versi google maps :
Sebenarnya, jarak dari Blenheim ke Elaine Bay hanya 110 km kalo kami langsung menuju havelock kemudian Elaine Bay, tidak melewati Picton. Akan tetapi, jalan dari Picton menuju Havelock terkenal sangat indah, yang terkenal dengan sebutan Queen Charlotte Drive. Maka dari itu, kami rela nyetir lebih jauh 20 km.
Sebelum meninggalkan Blenheim, kami mampir dulu ke taman di kota Blenheim ini, yaitu Pollard Park. Anak menel asik melihat bebek-bebek berenang, plus main di playground kecil yang disediakan gratis di taman ini. Suasana taman ini tenang dan menyejukkan, apalagi di pagi sedingin ini =D
| Inside the park |
| Mikirin apa dek =D |
| Cantik! |
Setelah puas berkeliling dan foto-foto, kami melanjutkan perjalanan menuju Picton. View sepanjang jalan luar biasa indah. Oh ya, daerah Marlborough di mana Blenheim ini berada, terkenal dengan winery. Kami juga melewati beberapa kebun anggur yang cantik banget!
| Kebun anggur |
Sesampainya di Picton, kami langsung menuju ke lookout point yang berada di bukit, sehingga kita Picton bisa terlihat seluruhnya dari atas. Picton adalah kota pelabuhan. Bagi yang mau menyeberang ke Pulau Utara, harus melewati Picton, karena di kota inilah basis kapal feri yang mengantar penumpang menuju Pulau Utara. Kotanya cantik banget, dan kita bisa melihat aktivitas di pelabuhan kota Picton dari lookout ini.
| Picton from above |
| Salah satu ferry yang membawa penumpang menyeberang ke North Island |
| Marlborough Sounds, ke sana si kapal feri akan berlayar |
| La Familia |
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Havelock dengan melewati Queen Charlotte Drive sepanjang 40 km, jalan yang terkenal indah pemandangannya. Dan bener aja, pemandangannya memang spektakuler. Tapi allow extra time untuk nyetir di rute ini, karena jalannya berkelok-kelok dan menanjak-menurun tiada henti =D Plus juga jalannya agak sempit. Banyak banget tempat-tempat untuk menepi yang disediakan pemerintah. Biasanya disertai dengan tempat parkir kecil dan biasanya ada tulisan lookout. Pemerintah juga kayaknya udah sorting tempat terbaik untuk mengambil foto dan membuatnya menjadi lookout point. So, jangan berhenti sembarangan ya. Pastikan berhenti atau menepi di tempat yang memang sudah disediakan, demi keselamatan bersama :)
Tentunya kami juga berhenti di beberapa lookout point yang tersedia. Tapi ternyata, ada juga yang harus jalan dulu 5-10 menit untuk mencapai lookout point-nya. Karena anak menel ketiduran, jadilah saya jalan sendiri, sementara Pak Suami nungguin anak menel tidur =D
Inilah beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Dibarengi dengan suasana yang tenang dan hanya suara-suara alam yang terdengar. Percayalah, you have to see it yourself untuk bisa melihat keindahan tempat ini, karena yang terekam di foto ini mungkin hanya 10% saja.
Setibanya di Havelock, kami mampir makan siang di restoran yang paling terkenal di sini, The Mussel Pot. Havelock memang terkenal sebagai the capital city of green-lipped mussels. Dan mungkin ini adalah salah satu makanan terbaik yang pernah kami cicipi di New Zealand.
Di dalam restoran, sambil menunggu pesanan kami, kami sempat membaca beberapa fakta tentang green-lipped mussels atau kerang hijau. Ternyata kerang ini fungsinya adalah sebagai penyaring air di tempat dia hidup. Kalau di Indonesia, banyak laut yang sudah tercemar, sehingga kerang-kerangnya malah kurang sehat untuk dikonsumsi, karena sudah menyaring zat-zat racun yang mencemari laut. Tetapi di New Zealand, dan terutama di Havelock, kerang-kerang ini dibiakkan di ekosistem yang sehat banget, bahkan banyak alga laut yang sangat sehat. Jadinya, kerang-kerang di sini malah sangat sehat untuk dikonsumsi. Selain sehat, ukuran kerangnya juga gede-gede banget dibandingkan dengan kerang di Indonesia.
Kami pesan grilled mussels dengan macam-macam rasa topping (bacon & cheese, garlic & herb butter, tomato & pesto, sweet chilli) seharga NZ$20.50. Rasanya luar biasa enak!!
| The famous restaurant |
| Pesen apa ya hmm... |
| Gendut!!! |
Dan akhirnya karena belum puas, Pak Suami pun memesan 1 porsi lagi! HAHAHA... It's that good!!!
Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju Elaine Bay. Perjalanan menuju Elaine Bay cukup jauh dan berkelok-kelok. Selain itu, di NZ jarang bahkan tidak ada lampu penerangan jalan. Makanya kami berangkat siang supaya gak kejebak di tengah jalan saat matahari terbenam nanti.
Seperti biasa, perjalanan menuju Elaine Bay lagi-lagi sangat indah. Apalagi langit lagi cerah-cerahnya, menambah keindahan pemandangan sepanjang jalan. Kami berasa lagi di wallpaper windows XP karena banyaknya bukit-bukit hijau terhampar cantik di kiri-kanan jalan.
| There's only one word to describe NZ... EPIC! |
Setelah melewati kawasan bukit-bukit hijau, jalan mulai menanjak dan memasuki daerah yang agak hutan gitu. Tapi karena naik ke daerah yang lebih tinggi, jadinya pemandangannya spektakuler banget! Sayangnya kami gak banyak berhenti karena memang jarang ada lookout point, ditambah jalan yang berliku-liku dan naik-turun, dan kelihatannya kita semakin menjauhi peradaban manusia, bikin saya Pak Suami sedikit grogi. Saya sampe menyarankan untuk balik aja ke kota kalo memang ragu. Tapi untung dengan kegigihan dan ngerasa udah tanggung separuh perjalanan juga, kami teruskan saja sisa perjalanan ini. Elaine Bay, here we come!
Akhirnya sampai juga di Elaine Bay. Kami langsung parkir di DOC Camping Site tempat kami akan menginap malam itu. Hanya ada 2 mobil lain yang juga parkir di sini. Yang 1 mobil sedan biasa, dan pemiliknya seorang cowok bule yang nantinya dia bakalan tidur di tenda yang dia dirikan di samping mobil. Tidur di tenda saat early winter begini?? No, thanks! Kayaknya cuma bule aja yang bisa senekat itu =D Satunya lagi karavan yang ditarik truk dan sepertinya sekeluarga yang tinggal di dalamnya. Karavannya lengkap banget, sampe ada antena TV segala. Dan sepertinya mereka sudah menginap di sini selama beberapa hari.
Untuk parkir di DOC Camping Site, tentunya kita harus bayar. Biasanya berkisar antara NZ$6 - NZ$15 tergantung lokasinya. Kita bisa bayar di loket yang disediakan di pintu masuk area parkir. Bukti pembayarannya kita selipkan di kaca depan campervan (dari dalam supaya gak basah kalau hujan). Walaupun loket tempat membayar gak ada penjaganya, namun di area tertentu, ada ranger atau penjaga yang akan mengecek di pagi hari, apakah kita sudah membayar atau belum, yaitu dengan melihat bukti pembayaran yang kita selipkan di kaca depan.
Setelah selesai urusan bayar-membayar, kami pun mulai melihat-lihat di sekeliling campsite. Ada jetty yang merupakan trademark Elaine Bay. Suasana di sini tenang, sepi, dan cocok banget untuk menyendiri =D
| we made it to Elaine Bay! |
Setelah berkeliling dan hari sudah makin malam, kami pun mulai masak dan makan malam di dalam campervan kami yang hangat. Kami sempat stalking bule sebelah yang tidur di tenda. Doi masak di udara terbuka yang luar biasa dinginnya dengan kompor kecil, tanpa lampu dong... Hanya mengandalkan senter yang dia pasang di kepala. Salut euy!
Setelah makan malam, dan anak menel juga sudah tidur, kami coba keluar untuk melihat pemandangan di luar seperti apa. Ternyata gelap gulita sodara-sodara! Hanya ada lampu dari senter si bule, dan juga dari karavan sebelah. Tapi mungkin karena tidak ada lampu, langit di daerah ini tidak terkena polusi cahaya. Jadinya bintang-bintang di langit terlihat sangat jelas, bahkan ada milky way! Akhirnya dengan segala ke-amatir-an kami, kami mencoba meng-capture beberapa foto bintang =D
Lumayan deh ya untuk pemula =D
Sambil ambil foto-foto ini, kami gantian bolak-balik ke dalam campervan untuk ngecek anak menel jangan sampe jatuh dari ranjang, plus menghangatkan diri, soalnya cuaca di luar gak tanggung-tanggung dinginnya. Setelah kurang lebih 45 menit, kami sudahi sesi foto bintang dan menghabiskan malam ini di campervan kami yang super hangat...

Comments
Post a Comment